PDM Kabupaten Purworejo - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Purworejo
.: Home > Berita > Majalah Eduscience Berbasis HOTS Terintegrasi Karakter Solusi Belajar Santuy di Masa Pandemi Covid-19

Homepage

Majalah Eduscience Berbasis HOTS Terintegrasi Karakter Solusi Belajar Santuy di Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 16-09-2020
Dibaca: 102

Penulis:

Yuli Wahyuningsih & Nur Ngazizah, S.Si.,M.Pd. (PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo)

 

Pandemi covid-19 saat ini tentunya menjadi kendala bagi dunia pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di sekolah kemudian diubah menjadi pembelajaran secara daring yang dilakukan di rumah atau biasa disebut dengan BDR (Belajar dari Rumah) untuk mengurangi penyebaran virus corona. Hal tersebut tentunya memerlukan fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran salah satunya yakni bahan ajar atau sumber belajar yang digunakan oleh peserta didik. Saat ini pada kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran menggunakan buku tema dan buku pendamping tema baik untuk guru maupun peserta didik. Buku tema yang digunakan dicetak dengan menggunakan kertas buram dan tidak berwarna yang tentunya kurang menarik bagi peserta didik. Hal tersebut tentunya mengurangi minat belajar peserta didik apalagi pada masa pandemi covid-19 saat ini. Kegiatan pembelajaran di masa pandemi haruslah memperhatikan situasi dan kondisi peserta didik agar tetap sehat dan tidak membebani peserta didik. Pembelajaran yang dilakukan haruslah yang menarik, menyenangkan, dan membuat peserta didik gembira sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan atau imun peserta didik. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang berwarna, menarik, dan menyenangkan seperti majalah eduscience. Majalah eduscience berbasis HOTS terintegrasi karakter merupakan bahan ajar atau sumber belajar yang dapat digunakan sebagai solusi belajar santai pada masa pandemi covid-19.

Majalah eduscience berbasis HOTS terintegrasi karakter ini merupakan majalah yang dikembangkan dengan memuat empat aspek HOTS yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), menyelesaikan masalah (problem solving), dan membuat keputusan (decision making). Nilai karakter yang dikembangkan dalam majalah ini ada tiga yaitu disiplin, percaya diri, dan bertanggungjawab dalam berinteraksi dengan teman. Materi yang diambil dalam majalah eduscience ini yakni materi kelas V tema panas dan perpindahannya pada subtema 1 dan subtema 2 dengan masing-masing subtema pada pembelajaran 1, 2, dan 5. Majalah eduscience ini disusun dengan beberapa komponen yaitu Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, petunjuk penggunaan majalah, mind map, materi yang disertai gambar atau ilustrasi, informasi mengenai tokoh sains yang sesuai dengan materi, kegiatan percobaan, permainan, cerita pendek, soal latihan, soal evaluasi, quotes, dan biografi penulis.

Majalah eduscience sebagai bahan ajar juga memiliki beberapa manfaat yaitu peserta didik dapat belajar sesuai dengan keinginan masing-masing dengan mengikuti peta konsep atau mind map yang telah disediakan, dengan adanya perpaduan antara teks dan gambar atau ilustrasi dapat menambah daya tarik dan memperlancar pemahaman informasi yang disajikan dalam dua format yakni verbal dan visual, berisi percobaan dan permainan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, serta disajikan cerita pendek atau dialog yang dapat mengembangkan karakter disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan teman pada peserta didik. Oleh karena itu, belajar dengan menggunakan majalah eduscience berbasis HOTS terintegrasi karakter tidak akan membebani peserta didik karena peserta didik dapat belajar secara mandiri dan santai dengan mengikuti alur pikiran atau mind map yang telah disediakan, serta tentunya dapat membantu menjaga peserta didik agar tetap sehat.

Majalah eduscience telah divalidasi oleh dua dosen ahli dan guru sekolah dasar yang telah bersertifikasi. Dosen ahli yang pertama yaitu dosen ahli materi dari program studi pendidikan fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo Ibu Umi Pratiwi, S.Si, M.Sc. Dosen ahli yang kedua yaitu dosen ahli media dari program studi teknologi informasi Universitas Muhammadiyah Purworejo Bapak Murhadi, S.Pd.T.,M.Eng. Guru sekolah dasar yang bertindak sebagai validator yaitu guru kelas V SD Negeri 1 Pangenrejo Ibu Dwi Sekiyani Wargiyati, S.Pd. Hasil validasi dari ketiga validator memperoleh kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran sebagai bahan ajar atau sumber belajar. Majalah eduscience yang dikembangkan dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) juga telah mendapatkan respon peserta didik dengan kategori sangat baik. Selain itu pada keterlaksanaan pembelajaran yang dinilai oleh 2 observer juga mendapatkan kategori sangat baik. Sehingga majalah dapat digunakan sebagai bahan ajar atau sumber belajar dalam pembelajaran.

Proses pembelajaran menggunakan majalah eduscience menjadi lebih santai atau biasa disebut dengan kata santuy karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu materi, percobaan, contoh, cerita pendek, dan dialog yang disajikan dalam majalah sesuai dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Sehingga peserta didik dapat menemukan dan menganalisis kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Peserta didik dalam belajar tidak selalu membaca materi dan mengerjakan soal namun diselingi dengan permainan atau game yang menantang peserta didik seperti labirin, teka-teki silang, dan puzzle. Adanya permainan ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari atau diterima. Sehingga mengukur pemahaman peserta didik tidak hanya dengan soal latihan namun dapat juga dengan menggunakan permainan. Berikut contoh penyajian dari majalah eduscience.

Materi tema panas dan perpindahannya yang berisi mengenai pengertian panas, perbedaan panas dan suhu, perubahan akibat perubahan suhu, prinsip kerja termometer, dan juga tiga cara perpindahan panas yakni secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Materi tersebut tentunya sangat sering dijumpai oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga dengan penyajian yang menarik peserta didik dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Mata pelajaran yang digunakan dalam majalah ini yaitu Bahasa Indonesia, IPA, dan SBdP. Sehingga selain mempelajari mengenai materi pokok panas dan cara perpindahannya, peserta didik juga dapat bernyanyi dan mengenal lagu daerah seperti Gundhul Pacul dan Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah serta lagu Cing Cangkeling dari Jawa Barat. Peserta didik diajak untuk menganalisis lagu daerah tersebut mulai dari arti dari syair lagu, jenis tangga nada yang digunakan, dan juga kesan yang dibawakan saat menyanyikan lagu tersebut. Adanya selingan berupa lagu pembelajaran juga akan menjadi lebih menarik dan menambah semangat belajar peserta didik.

Desain dan tampilan majalah eduscience disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik usia kelas V sekolah dasar. Peserta didik usia sekolah dasar sedang berada pada fase operasional konkret yakni peserta didik sudah dapat berpikir secara logis dan rasional terhadap kejadian yang mereka hadapi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga untuk menyeleraskan hal tersebut dibuat desain yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Pada bagian akhir majalah juga terdapat dialog untuk mengingatkan peserta didik agar tetap menggunakan masker demi mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona.

Pengembangan majalah ini dengan menggunakan aplikasi yaitu Corel Draw X6 dicetak booklet berwarna sehingga walaupun sedang dalam kondisi ada pandemi covid-19 dan peserta didik harus belajar di rumah dengan menggunakan majalah eduscience ini dapat menarik minat belajar peserta didik, membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, dan bermakna.

Belajar santuy dengan menggunakan majalah eduscience menjaga tubuh tetap sehat dan ceria… daaa daaa virus corona!!!

Pandemi covid-19 saat ini tentunya menjadi kendala bagi dunia pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di sekolah kemudian diubah menjadi pembelajaran secara daring yang dilakukan di rumah atau biasa disebut dengan BDR (Belajar dari Rumah) untuk mengurangi penyebaran virus corona. Hal tersebut tentunya memerlukan fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran salah satunya yakni bahan ajar atau sumber belajar yang digunakan oleh peserta didik. Saat ini pada kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran menggunakan buku tema dan buku pendamping tema baik untuk guru maupun peserta didik. Buku tema yang digunakan dicetak dengan menggunakan kertas buram dan tidak berwarna yang tentunya kurang menarik bagi peserta didik. Hal tersebut tentunya mengurangi minat belajar peserta didik apalagi pada masa pandemi covid-19 saat ini. Kegiatan pembelajaran di masa pandemi haruslah memperhatikan situasi dan kondisi peserta didik agar tetap sehat dan tidak membebani peserta didik. Pembelajaran yang dilakukan haruslah yang menarik, menyenangkan, dan membuat peserta didik gembira sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan atau imun peserta didik. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang berwarna, menarik, dan menyenangkan seperti majalah eduscience. Majalah eduscience berbasis HOTS terintegrasi karakter merupakan bahan ajar atau sumber belajar yang dapat digunakan sebagai solusi belajar santai pada masa pandemi covid-19.

Majalah eduscience berbasis HOTS terintegrasi karakter ini merupakan majalah yang dikembangkan dengan memuat empat aspek HOTS yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), menyelesaikan masalah (problem solving), dan membuat keputusan (decision making). Nilai karakter yang dikembangkan dalam majalah ini ada tiga yaitu disiplin, percaya diri, dan bertanggungjawab dalam berinteraksi dengan teman. Materi yang diambil dalam majalah eduscience ini yakni materi kelas V tema panas dan perpindahannya pada subtema 1 dan subtema 2 dengan masing-masing subtema pada pembelajaran 1, 2, dan 5. Majalah eduscience ini disusun dengan beberapa komponen yaitu Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, petunjuk penggunaan majalah, mind map, materi yang disertai gambar atau ilustrasi, informasi mengenai tokoh sains yang sesuai dengan materi, kegiatan percobaan, permainan, cerita pendek, soal latihan, soal evaluasi, quotes, dan biografi penulis.

Majalah eduscience sebagai bahan ajar juga memiliki beberapa manfaat yaitu peserta didik dapat belajar sesuai dengan keinginan masing-masing dengan mengikuti peta konsep atau mind map yang telah disediakan, dengan adanya perpaduan antara teks dan gambar atau ilustrasi dapat menambah daya tarik dan memperlancar pemahaman informasi yang disajikan dalam dua format yakni verbal dan visual, berisi percobaan dan permainan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, serta disajikan cerita pendek atau dialog yang dapat mengembangkan karakter disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan teman pada peserta didik. Oleh karena itu, belajar dengan menggunakan majalah eduscience berbasis HOTS terintegrasi karakter tidak akan membebani peserta didik karena peserta didik dapat belajar secara mandiri dan santai dengan mengikuti alur pikiran atau mind map yang telah disediakan, serta tentunya dapat membantu menjaga peserta didik agar tetap sehat.

Majalah eduscience telah divalidasi oleh dua dosen ahli dan guru sekolah dasar yang telah bersertifikasi. Dosen ahli yang pertama yaitu dosen ahli materi dari program studi pendidikan fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo Ibu Umi Pratiwi, S.Si, M.Sc. Dosen ahli yang kedua yaitu dosen ahli media dari program studi teknologi informasi Universitas Muhammadiyah Purworejo Bapak Murhadi, S.Pd.T.,M.Eng. Guru sekolah dasar yang bertindak sebagai validator yaitu guru kelas V SD Negeri 1 Pangenrejo Ibu Dwi Sekiyani Wargiyati, S.Pd. Hasil validasi dari ketiga validator memperoleh kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran sebagai bahan ajar atau sumber belajar. Majalah eduscience yang dikembangkan dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) juga telah mendapatkan respon peserta didik dengan kategori sangat baik. Selain itu pada keterlaksanaan pembelajaran yang dinilai oleh 2 observer juga mendapatkan kategori sangat baik. Sehingga majalah dapat digunakan sebagai bahan ajar atau sumber belajar dalam pembelajaran.

Proses pembelajaran menggunakan majalah eduscience menjadi lebih santai atau biasa disebut dengan kata santuy karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu materi, percobaan, contoh, cerita pendek, dan dialog yang disajikan dalam majalah sesuai dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Sehingga peserta didik dapat menemukan dan menganalisis kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Peserta didik dalam belajar tidak selalu membaca materi dan mengerjakan soal namun diselingi dengan permainan atau game yang menantang peserta didik seperti labirin, teka-teki silang, dan puzzle. Adanya permainan ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari atau diterima. Sehingga mengukur pemahaman peserta didik tidak hanya dengan soal latihan namun dapat juga dengan menggunakan permainan. Berikut contoh penyajian dari majalah eduscience.

Materi tema panas dan perpindahannya yang berisi mengenai pengertian panas, perbedaan panas dan suhu, perubahan akibat perubahan suhu, prinsip kerja termometer, dan juga tiga cara perpindahan panas yakni secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Materi tersebut tentunya sangat sering dijumpai oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga dengan penyajian yang menarik peserta didik dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Mata pelajaran yang digunakan dalam majalah ini yaitu Bahasa Indonesia, IPA, dan SBdP. Sehingga selain mempelajari mengenai materi pokok panas dan cara perpindahannya, peserta didik juga dapat bernyanyi dan mengenal lagu daerah seperti Gundhul Pacul dan Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah serta lagu Cing Cangkeling dari Jawa Barat. Peserta didik diajak untuk menganalisis lagu daerah tersebut mulai dari arti dari syair lagu, jenis tangga nada yang digunakan, dan juga kesan yang dibawakan saat menyanyikan lagu tersebut. Adanya selingan berupa lagu pembelajaran juga akan menjadi lebih menarik dan menambah semangat belajar peserta didik.

Desain dan tampilan majalah eduscience disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik usia kelas V sekolah dasar. Peserta didik usia sekolah dasar sedang berada pada fase operasional konkret yakni peserta didik sudah dapat berpikir secara logis dan rasional terhadap kejadian yang mereka hadapi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga untuk menyeleraskan hal tersebut dibuat desain yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Pada bagian akhir majalah juga terdapat dialog untuk mengingatkan peserta didik agar tetap menggunakan masker demi mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona.

Pengembangan majalah ini dengan menggunakan aplikasi yaitu Corel Draw X6 dicetak booklet berwarna sehingga walaupun sedang dalam kondisi ada pandemi covid-19 dan peserta didik harus belajar di rumah dengan menggunakan majalah eduscience ini dapat menarik minat belajar peserta didik, membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, dan bermakna.

Belajar santuy dengan menggunakan majalah eduscience menjaga tubuh tetap sehat dan ceria… daaa daaa virus corona!!!


Tags: majalah science, covid 19, karakter
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website